Jenis-Jenis Sensor
Jenis-Jenis Sensor pada dasarnya terbagi menjadi 8 macam. Akan tetapi sebelum kita menilik lebih lanjut kita perlu mengetahui apakah sensor itu. Sensor
merupakan alat yang berfungsi untuk mengubah suatu daya menjadi daya
lain. Sensor sendiri merupakan turunan dari transedur yang memiliki
fungsi sama dengan sensor. Sensor sendiri terbagi kedalam beberapa
jenis, seperti yang sudah dijelaskan di awal jenis sensor terbagi
menjadi 8 macam. Yang pertama adalah sensor suhu. Sensor suhu
sendiri memiliki empat jenis yang sering digunakan dibandingkan dengan
jenis lainnya. Keempat jenis tersebut adalah Termistor, IC sensor,
Thermocouple, serta Resistance Temperature Detector. Sensor suhu biasa
dipakai pada termometer. Selain itu terdapat sensor kecepatan dan
tekanan. Sensor tekanan
memanfaatkan kinerja kawat. Ketika kawat mengalami tekanan maka akan
diubah menjadi sinyal listrik. Sensor tekanan biasa dipakai pada remot
atau kalkulator. Sedang untuk sensor kecepatan yang biasa diaplikasikan
kepada kendaraan bermotor. Sensor kecepatan biasa memanfaatkan
perputaran roda pada kendaraan bermotor.
Jenis-jenis sensor
lain adalah sensor ultrasonik. Sensor jenis ini memanfaatkan pantulan
gelombang suara. Dengan memancarkan gelombang serta menangkap kembali
pantulan gelombang suara tersebut. Sensor ultrasonik
sering digunakan oleh kapal laut untuk menentukan kedalaman laut yang
mereka lewati. Selajutnya adalah sensor sinar atau cahaya. Sensor cahaya
memiliki tiga kategori; Fotovoltaic (sel solar), Fotokonduktif, dan
Fotolistrik. Sensor cahaya
biasa digunakan pada alat detektor harga pada berbagai supermarket
ataupun infrared pada handphone. Berikutnya adalah sensor magnet.
Seperti namanya, sensor jenis ini memanfaatkan medan magnet pada objek
yang menyebabkan perubahan pada indikator. Sensor model ini harus
terbebas dari debu, pasir, asap, dan juga uap. Sensor ini banyak
diaplikasikan pada detektor logam yang biasa dipakai oleh satpam guna
mendeteksi barang-barang berbahaya.
Jenis-Jenis Sensor
Jenis-jenis sensor berikutnya adalah sensor penyandi. Sensor jenis
ini memanfaatkan gerakan berputar menjadi sinyal digital. Sensor jenis
ini memiliki dua lapisan; penyandi rotasi tambahan dan penyandi absolut.
Penyandi rotasi berfugsi untuk mengkalkulasi rotasi untuk setiap
putarannya. Sedangkan penyandi absolut melengkapi kinerja penyandi
rotasi serta memberi kode binary pada masing-masing sudut. Sensor jenis
ini banyak dipakai pada brangkas-brangkas penyimpanan pada bank. Yang
terakhir adalah sensor proximity. Sensor ini mendeteksi adanya target
logam tanpa bersentuhan. Sensor jenis ini banyak diaplikasikan pada
berbagai saklar mikro dan terkemas dari getaran, cairan, serta cairan
kimia.
Dari jenis-jenis sensor tersebut terdapat berbagai keuntungan yang
bisa kita ambil untuk diaplikasikan kedalam berbagai peralatan yang kita
miliki. Selain itu, dengan mengetahui seluk beluk beberapa sensor yang
ada diatas kita dapat memilih jenis sensor yang tepat untuk kegiatan
kita. Kerusakan pada sensor pun dapat kita tanggulangi dan juga
diantisipasi mengingat kita mengetahui beberapa hal yang harus dihindari
ketika menggunakan sensor-sensor terbut. Pengaplikasian yang tepat guna
juga bermanfaat untuk mengantisipasi berbagai kriminal yang semakin
hari semakin banyak.
Demikian penjelasan singkat mengenai jenis-jenis sensor, semoga artikel kali ini dapat membantu dan bermanfaat bagi para pembaca.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar